
Dalam manufaktur insulasi kabel, proses pengembusan memainkan peran kritis dalam menentukan stabilitas impedansi, kinerja transmisi sinyal, dan kemampuan miniaturisasi kabel. Tiga teknologi pengembusan utama yang saat ini digunakan di industri adalah Pengembusan Fisik, Lotus Foam, dan PTFE Mengembang (ePTFE).
Pengembusan fisik memanfaatkan injeksi gas nitrogen bertekanan tinggi untuk menciptakan struktur mikrosel tertutup yang seragam di dalam lapisan insulasi. Rasio pengembusan dapat melebihi 46%, menghasilkan konstanta dielektrik rendah, konsistensi impedansi yang sangat baik, serta kehilangan transmisi minimal.
Proses ini memungkinkan konstruksi kabel ultra-halus dan banyak digunakan pada kabel data berkecepatan tinggi, Kabel koaksial rf , serta rakitan kabel medis premium. Proses ini mendukung produksi massal untuk konduktor mulai dari 38 AWG hingga 46 AWG.
Teknologi Lotus Foam membentuk struktur sel mirip akar teratai guna mengurangi konstanta dielektrik. Rasio pengembusan khas berkisar antara 42% hingga 44%.
Meskipun menawarkan biaya manufaktur yang lebih rendah dan proses yang sudah matang, keseragaman gelembung dan pengendalian dimensinya lebih rendah dibandingkan Foaming Fisik, sehingga membatasi penggunaannya dalam aplikasi kabel ultra-halus.
PTFE terembang dihasilkan dengan peregangan PTFE untuk membentuk jaringan mikroseluler berpori.
Bahan ini memberikan ketahanan suhu tinggi, ketahanan kimia, serta kinerja listrik frekuensi tinggi yang sangat baik, sehingga cocok untuk aplikasi dirgantara, pertahanan, dan komunikasi RF. Namun, biayanya tinggi dan memerlukan proses yang kompleks, sehingga penggunaannya terbatas pada produk khusus.
Foaming Fisik memberikan rasio busa tertinggi, keseragaman terbaik, serta kinerja listrik unggul dibandingkan ketiga teknologi tersebut. Teknologi ini merupakan solusi pilihan untuk transmisi kecepatan tinggi dan aplikasi kabel presisi, serta mewakili arah masa depan dalam manufaktur insulasi kabel berkinerja tinggi.
Berita Terkini2025-12-17
2025-12-11
2025-12-05